Polemik Mens Rea, Pandji Beri Penjelasan – Komika Pandji Pragiwaksono akhirnya memberikan tanggapan atas polemik yang muncul terkait dalam
materi stand up comedy bertajuk Mens Rea. Ia menilai pro dan kontra yang berkembang di tengah masyarakat merupakan
konsekuensi wajar dari sebuah karya seni yang dikonsumsi publik luas.
Pandji menegaskan bahwa kritik maupun dukungan adalah bagian dari ruang dialog yang sehat.
Menurutnya, perbedaan sudut pandang justru menunjukkan bahwa karya tersebut memantik diskusi.
Sikap Wapres Dinilai Dewasa
Pandji secara khusus menyoroti tanggapan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terhadap polemik tersebut.
Ia menilai respons Gibran mencerminkan pemahaman yang baik terhadap dunia seni, khususnya komedi sebagai medium ekspresi.
Menurut Pandji, latar belakang generasi juga memengaruhi cara pandang tersebut. Ia menyebut Gibran sebagai wakil presiden
dari generasi milenial yang dinilainya paling relevan dalam menyikapi produk stand up comedy secara proporsional.
Pandji menambahkan, pesan utama dari sikap Gibran adalah ajakan agar publik tidak bereaksi secara berlebihan.
Hal itu, menurutnya, menunjukkan empati dan pemahaman terhadap karakter komedi yang kerap menggunakan satire.
Karya Komedi dan Ruang Tafsir Publik Mens Rea
Di tengah kontroversi yang berkembang, Pandji mengaku menerima banyak dukungan dari berbagai kalangan.
Ia menekankan bahwa Mens Rea merupakan pertunjukan komedi yang dirancang untuk menghibur, bukan untuk menyerang pihak tertentu.
Pandji mengakui bahwa ia sudah memperkirakan adanya beragam respons, meskipun awalnya membayangkan reaksi berupa tawa
dan hiburan. Namun, ia tetap menghormati jika sebagian publik memiliki pandangan berbeda terhadap materinya.
Terkait dalam materi yang juga telah menyinggung dari Raffi Ahmad, Pandji sendiri juga menyatakan belum ada melakukan
komunikasi secara langsung. Ia menegaskan bahwa fokus utama Mens Rea bukan pada individu,
melainkan pada isu yang lebih luas, yakni kesadaran publik terhadap praktik pencucian uang.
Pandji juga menanggapi adanya laporan dugaan penghinaan agama yang diarahkan kepadanya.
Ia menilai persoalan tersebut seharusnya dibicarakan melalui dialog agar konteks materi dapat dipahami secara utuh.
Meski menegaskan tidak memiliki niat menghina siapa pun, Pandji menyatakan siap mengikuti proses hukum yang berlaku.
Hingga kini, ia mengaku belum menerima panggilan pemeriksaan dari Polda Metro Jaya.
Sementara itu, penasihat hukum Pandji, Haris Azhar, menyebut dari Tuna55 pihaknya juga mengetahui adanya beberapa laporan
terkait Mens Rea. Ia mengatakan aparat kepolisian masih memeriksa sejumlah saksi,
sementara jadwal pemeriksaan terhadap kliennya belum ditetapkan.