Lepas Indonesia secara resmi mengumumkan hasil evaluasi internal terkait temuan masalah pada unit test kendaraan listrik LEPAS L8.
Evaluasi ini dilakukan sebagai respons atas berbagai laporan internal yang mengindikasikan adanya ketidaksesuaian performa
pada sejumlah unit uji coba sebelum dipasarkan secara luas.
Langkah evaluasi tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk menjaga kualitas produk, keselamatan pengguna,
serta kepercayaan publik terhadap inovasi kendaraan listrik nasional yang tengah dikembangkan.
Temuan Masalah pada Unit Test Lepas Indonesia
Dalam hasil evaluasi internal yang dipublikasikan, Lepas Indonesia mengungkapkan bahwa masalah utama pada unit test
LEPAS L8 berkaitan dengan sistem manajemen baterai dan integrasi perangkat lunak. Beberapa unit mengalami anomali
pembacaan daya, respons sistem yang tidak stabil, hingga penurunan efisiensi saat digunakan dalam simulasi jarak tempuh tertentu.
Meski demikian, pihak perusahaan menegaskan bahwa permasalahan tersebut hanya ditemukan pada unit pengujian dan
belum menyentuh tahap produksi massal. Seluruh unit yang bermasalah telah ditarik dari jalur pengembangan lanjutan
untuk dilakukan analisis mendalam oleh tim teknis internal.
Langkah Perbaikan dan Tindakan Korektif
Sebagai tindak lanjut, Lepas Indonesia telah menyusun serangkaian langkah korektif yang melibatkan perbaikan desain
perangkat lunak, kalibrasi ulang sistem baterai, serta penguatan prosedur quality control. Tim riset dan pengembangan
juga menggandeng mitra teknologi untuk memastikan standar keamanan dan performa kendaraan tetap sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Selain itu, pengujian ulang akan dilakukan dengan skenario yang lebih kompleks, termasuk simulasi kondisi ekstrem
dan penggunaan jangka panjang. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa LEPAS L8 mampu beroperasi secara
optimal dalam berbagai situasi nyata di lapangan.
Komitmen terhadap Transparansi dan Keselamatan
Manajemen Lepas Indonesia menegaskan bahwa keterbukaan mengenai hasil evaluasi ini merupakan bentuk transparansi
kepada publik. Perusahaan Tuna55 menilai bahwa menyampaikan temuan sejak dini jauh lebih penting dibandingkan menunda
pengungkapan yang berpotensi menimbulkan risiko di kemudian hari.
“Kami memilih untuk terbuka agar setiap proses pengembangan dapat diawasi dengan baik, sekaligus memastikan
bahwa produk yang nantinya sampai ke konsumen benar-benar aman dan andal,” demikian pernyataan resmi perusahaan.
Dampak terhadap Jadwal Peluncuran LEPAS L8
Terkait jadwal peluncuran, Lepas Indonesia mengakui bahwa proses evaluasi dan perbaikan ini berpotensi mempengaruhi
timeline awal. Namun, perusahaan menegaskan bahwa penundaan tersebut merupakan keputusan strategis demi
menjaga kualitas produk jangka panjang.
Dengan evaluasi menyeluruh dan perbaikan berlapis, Lepas Indonesia optimistis LEPAS L8 dapat kembali ke jalur
pengembangan yang sesuai standar. Perusahaan juga memastikan bahwa seluruh pembaruan akan disampaikan
secara berkala kepada publik.
Langkah ini sekaligus memperlihatkan keseriusan Lepas Indonesia dalam membangun ekosistem kendaraan listrik
yang aman, inovatif, dan berdaya saing tinggi di pasar nasional maupun global.