You are currently viewing Harga Emas Sudah Diprediksi Bisa Capai Rp 2,9 Juta per Gram di Pekan Depan

Harga Emas Sudah Diprediksi Bisa Capai Rp 2,9 Juta per Gram di Pekan Depan

Harga Emas Sudah Diprediksi Bisa Capai Rp 2,9 Juta per Gram di Pekan Depan

Harga emas kembali menjadi sorotan menjelang akhir Januari 2026. Sejumlah analis memprediksi harga emas berpotensi menembus level Rp 2,9 juta per gram di pasar domestik pada pekan depan. Proyeksi ini muncul seiring dengan menguatnya sentimen global yang mendorong investor kembali memburu aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.

Dalam beberapa pekan terakhir, pergerakan menunjukkan tren kenaikan yang cukup konsisten. Ketegangan geopolitik, perlambatan ekonomi global, serta fluktuasi pasar keuangan membuat logam mulia kembali menjadi pilihan utama bagi investor yang mencari perlindungan nilai aset.

Faktor Global Jadi Pendorong Utama Harga Emas

Kenaikan harga emas tidak lepas dari pengaruh kondisi global. Salah satu faktor dominan adalah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat yang masih penuh ketidakpastian. Meski inflasi mulai melandai, pasar menilai penurunan suku bunga belum sepenuhnya pasti, sehingga mendorong investor menahan emas sebagai aset lindung nilai.

Selain itu, konflik geopolitik di beberapa kawasan dunia turut memperkuat sentimen positif terhadap emas. Ketika risiko global meningkat, permintaan emas biasanya ikut terdongkrak karena dianggap lebih stabil dibandingkan aset berisiko seperti saham atau kripto.

Pelemahan Rupiah Ikut Mengerek Harga Domestik

Di dalam negeri, harga emas tidak hanya dipengaruhi oleh dunia, tetapi juga oleh nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Pelemahan rupiah dalam beberapa hari terakhir menjadi salah satu faktor yang mendorong lonjakan di pasar lokal.

Ketika nilai tukar rupiah melemah, yang dipatok dalam dolar otomatis menjadi lebih mahal dalam satuan rupiah. Kondisi ini membuat harga emas batangan berpeluang mencetak rekor baru, meskipun kenaikan dunia tidak terlalu signifikan.

Minat Investor Ritel Terus Meningkat

Kenaikan harga emas justru tidak menyurutkan minat investor ritel. Banyak masyarakat memandang emas sebagai instrumen investasi jangka panjang yang relatif aman dan stabil. Dalam kondisi ekonomi yang tidak menentu, emas sering kali dianggap sebagai “penyelamat” nilai kekayaan.

Selain itu, kemudahan akses pembelian emas, baik secara fisik maupun digital, membuat masyarakat semakin tertarik berinvestasi. Fenomena ini turut menjaga permintaan tetap tinggi, sehingga menopang kenaikan harga.

Peluang dan Risiko Tetap Perlu Diperhatikan

Meski prospek harga emas terlihat menjanjikan, para analis tetap mengingatkan investor agar tidak mengabaikan risiko. Pergerakan Tuna55 sangat sensitif terhadap sentimen global dan kebijakan moneter. Jika muncul sinyal kuat penurunan suku bunga atau penguatan dolar AS secara tiba-tiba, harga emas berpotensi mengalami koreksi.

Investor disarankan untuk tetap menerapkan strategi yang matang, seperti membeli secara bertahap dan tidak hanya terpancing oleh euforia kenaikan harga. Dengan perencanaan yang tepat, emas tetap bisa menjadi instrumen investasi yang menarik dan berkelanjutan.

Dengan kombinasi sentimen global, pelemahan rupiah, dan tingginya minat investor, harga emas diperkirakan masih memiliki ruang untuk menguat hingga menyentuh Rp 2,9 juta per gram pada pekan depan. Namun, kehati-hatian tetap diperlukan agar potensi keuntungan dapat diimbangi dengan manajemen risiko yang baik.

Leave a Reply