
Di tengah derasnya arus elektrifikasi, layar sentuh raksasa, serta sistem bantuan berkendara supercanggih, Donkervoort justru mengambil jalan berbeda. Produsen mobil asal Belanda ini kembali menegaskan identitasnya lewat Donkervoort P24 RS, sebuah supercar yang dengan bangga mengusung filosofi mobil analog. Tanpa gimmick teknologi berlebihan, P24 RS hadir sebagai pernyataan sikap: sensasi berkendara murni masih relevan dan layak dipertahankan.
Filosofi “Pure Driving Experience”
Donkervoort sejak lama dikenal sebagai pabrikan yang mengutamakan keterlibatan pengemudi. Pada P24 RS, filosofi ini diterjemahkan secara ekstrem. Mobil ini dirancang ringan, minim isolasi, dan nyaris tanpa kompromi terhadap kenyamanan modern. Tujuannya satu: menghadirkan koneksi langsung antara manusia dan mesin. Setiap getaran, suara mesin, hingga respons setir dirancang agar dirasakan apa adanya, bukan disaring oleh sistem elektronik.
Desain Fungsional Tanpa Basa-Basi
Secara visual, Donkervoort P24 RS tampil agresif namun jujur. Setiap lekuk bodi bukan sekadar estetika, melainkan hasil perhitungan aerodinamika. Penggunaan material serat karbon terlihat dominan, tidak hanya untuk menghemat bobot tetapi juga meningkatkan kekakuan struktural. Tidak ada ornamen berlebihan—semuanya dibuat dengan pendekatan fungsional, mencerminkan DNA balap yang kental.
Mesin Bertenaga, Bukan Sekadar Angka
Alih-alih mengejar angka tenaga fantastis seperti kebanyakan hypercar modern, P24 RS fokus pada rasio tenaga terhadap bobot. Dengan bobot yang sangat ringan, performanya tetap buas tanpa perlu bantuan motor listrik atau sistem hybrid. Akselerasi terasa instan, respons gas tajam, dan karakter mesin dibuat komunikatif—memberi pengemudi kendali penuh, bukan sekadar menjadi penumpang dari sistem otomatis.
Interior Minimalis, Jiwa Balap
Masuk ke dalam kabin, ekspektasi terhadap kemewahan modern sebaiknya ditinggalkan. Interior P24 RS sengaja dibuat sederhana. Tombol fisik masih dipertahankan, instrumen mudah dibaca, dan posisi duduk dirancang rendah serta fokus. Tidak ada layar besar yang mendominasi perhatian. Semua elemen kabin ada untuk mendukung konsentrasi mengemudi, bukan distraksi.
Pernyataan di Tengah Tren Supercar
Kehadiran Donkervoort P24 RS bukan sekadar peluncuran model Tuna55 baru, melainkan kritik halus terhadap arah industri otomotif saat ini. Saat banyak pabrikan berlomba menghadirkan teknologi otonom dan fitur digital, Donkervoort justru mengingatkan bahwa esensi supercar sejati terletak pada sensasi mengemudi. Mobil ini jelas bukan untuk semua orang, tetapi bagi purist otomotif, P24 RS adalah simbol perlawanan yang elegan.
Mobil Analog untuk Generasi Modern
Donkervoort P24 RS membuktikan bahwa mobil analog belum punah. Di era supercar modern yang serba pintar, ia berdiri sebagai pengingat bahwa emosi, adrenalin, dan keterlibatan pengemudi masih memiliki tempat istimewa. Bagi mereka yang merindukan pengalaman berkendara tanpa filter, P24 RS bukan hanya mobil—melainkan manifesto.