
Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kota Tangerang sejak dini hari menyebabkan banjir di sejumlah titik. Salah satu lokasi yang terdampak cukup parah adalah Jalan Raya HOS Cokroaminoto, Ciledug. Akibat genangan air yang terus meningkat, akses jalan tersebut terpaksa ditutup sementara demi keselamatan pengguna jalan.
Penutupan dilakukan karena ketinggian air di beberapa ruas mencapai puluhan sentimeter, sehingga tidak memungkinkan kendaraan roda dua maupun roda empat melintas dengan aman. Jalan ini dikenal sebagai salah satu jalur utama penghubung antarwilayah, sehingga dampaknya langsung terasa pada arus lalu lintas.
Ketinggian Air Capai Puluhan Sentimeter
Genangan air di Jalan Raya HOS Cokroaminoto mulai terlihat sejak pagi hari dan terus bertambah seiring curah hujan yang belum mereda. Di beberapa titik, air bahkan hampir menutupi separuh ban kendaraan roda empat. Kondisi tersebut membuat banyak kendaraan mogok, terutama sepeda motor yang nekat menerobos banjir.
Petugas di lapangan menyebutkan bahwa banjir disebabkan oleh luapan saluran air yang tidak mampu menampung debit hujan. Ditambah lagi, sistem drainase di sekitar kawasan tersebut dinilai belum optimal, sehingga air sulit surut dalam waktu singkat.
Polisi Lakukan Pengalihan Arus Lalu Lintas
Untuk mengantisipasi kemacetan panjang dan risiko kecelakaan, pihak kepolisian bersama dinas terkait segera melakukan penutupan sementara dan pengalihan arus lalu lintas. Pengendara yang biasa melintas di Jalan Raya HOS Cokroaminoto diarahkan menggunakan jalur alternatif menuju kawasan Karang Tengah dan sekitarnya.
Petugas juga disiagakan di beberapa persimpangan untuk membantu mengatur lalu lintas serta memberikan informasi kepada pengendara. Meski begitu, kepadatan kendaraan tetap tak terhindarkan, terutama pada jam-jam sibuk pagi dan siang hari.
Aktivitas Warga dan Usaha Terganggu
Penutupan jalan ini turut berdampak pada aktivitas warga sekitar Tuna55. Sejumlah pekerja mengeluhkan keterlambatan menuju tempat kerja akibat harus memutar cukup jauh. Selain itu, beberapa pelaku usaha di sepanjang jalan tersebut terpaksa menutup sementara tokonya karena air masuk hingga ke area usaha.
Warga berharap penanganan banjir dapat dilakukan lebih cepat, mengingat kawasan Ciledug kerap menjadi langganan banjir saat hujan deras. Mereka juga meminta adanya perbaikan sistem drainase secara menyeluruh agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Menunggu Air Surut dan Evaluasi Infrastruktur
Hingga saat ini, akses Jalan Raya HOS Cokroaminoto masih ditutup sementara sambil menunggu kondisi air benar-benar surut. Pihak terkait terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan melakukan penyedotan air di beberapa titik rawan genangan.
Pemerintah daerah diharapkan segera melakukan evaluasi infrastruktur, khususnya saluran air dan drainase di kawasan tersebut. Dengan langkah penanganan yang tepat, diharapkan banjir tidak lagi menjadi penghambat utama aktivitas warga dan arus lalu lintas di Kota Tangerang, khususnya di wilayah Ciledug.