Chelsea memastikan tempat di babak 16 Besar Liga Champions 2025/2026 setelah mengakhiri fase liga di peringkat keenam. Hasil tersebut membuat The Blues lolos otomatis tanpa harus menjalani babak play-off, meski konsekuensi dari posisi itu adalah potensi bertemu lawan berat pada fase gugur.
Capaian ini terasa istimewa mengingat Chelsea tidak masuk dalam daftar unggulan utama sejak awal musim. Situasi tim yang sempat tidak stabil, termasuk pergantian pelatih di tengah kompetisi, justru kembali menghadirkan efek positif—sebuah pola yang pernah terjadi dalam perjalanan sukses mereka di masa lalu.
Di bawah komando Liam Rosenior, Chelsea menunjukkan pendekatan permainan yang lebih fleksibel dan realistis. Adaptasi taktik, terutama pada babak kedua laga terakhir melawan Napoli, menjadi bukti kedewasaan tim dalam membaca situasi krusial.
Kini perhatian tertuju pada undian babak 16 Besar. Meski terhindar dari jalur play-off, Chelsea tetap berada di lintasan yang penuh risiko. Beberapa kandidat lawan memiliki reputasi kuat dan pengalaman panjang di kompetisi Eropa.
Perjalanan Berliku Chelsea Menuju Fase Gugur
The Blues sempat berada dalam posisi sulit ketika menghadapi Napoli. Sepanjang sebagian besar pertandingan, mereka terancam tergelincir ke luar delapan besar, yang berarti harus menjalani babak tambahan.
Momentum berubah drastis di babak kedua. Dua gol Joao Pedro mengangkat moral tim dan membalikkan keadaan. Kemenangan 3-2 bukan hanya mengamankan tiga poin, tetapi juga memastikan Chelsea finis di posisi keenam klasemen akhir fase liga.
Hasil tersebut menempatkan The Blues pada jalur undian tertentu, terpisah dari beberapa raksasa Eropa. Namun, sesuai format kompetisi, posisi keenam tetap membuka peluang bertemu lawan tangguh dari jalur play-off.
PSG hingga Newcastle, Tantangan Nyata Menanti
Dari bagan undian yang tersedia, Chelsea berpotensi berhadapan dengan Paris Saint-Germain, Newcastle United, AS Monaco, atau Qarabağ. Masing-masing menghadirkan tantangan unik.
PSG jelas menjadi ancaman terbesar. Status mereka sebagai juara bertahan membawa tekanan tersendiri bagi Chelsea. Newcastle menawarkan intensitas dan atmosfer kandang yang sulit ditaklukkan, sementara Monaco dan Qarabağ meski terlihat lebih ringan tetap berbahaya dalam format dua leg.
Di fase gugur Liga Champions, satu kesalahan kecil bisa berujung eliminasi. Chelsea dituntut tampil konsisten dan disiplin jika ingin melangkah lebih jauh. Tuna55