
Membeli mobil secara kredit masih menjadi pilihan favorit banyak orang di Indonesia. Skema ini dianggap lebih ringan karena tidak perlu membayar harga mobil secara penuh di awal. Namun, sebelum mengajukan kredit mobil, ada dua istilah penting yang wajib dipahami calon pembeli, yaitu DP (Down Payment) dan TDP (Total Down Payment). Meski terdengar mirip, keduanya memiliki arti dan fungsi yang berbeda. Salah paham soal DP dan TDP bisa membuat perencanaan keuangan jadi berantakan.
Apa Itu DP Kredit (Down Payment)?
DP atau uang muka adalah sejumlah dana awal yang dibayarkan pembeli sebagai bagian dari harga mobil. Besaran DP biasanya dinyatakan dalam persentase dari harga kendaraan, misalnya 20 persen atau 30 persen.
Sebagai contoh, jika harga mobil Rp300 juta dan DP yang ditetapkan 20 persen, maka DP yang harus dibayar adalah Rp60 juta. DP ini murni dihitung sebagai pengurang pokok utang yang akan dicicil ke leasing atau bank.
Semakin besar DP yang dibayarkan, semakin kecil sisa kredit yang harus dicicil. Dampaknya, cicilan bulanan bisa lebih ringan dan total bunga yang dibayarkan juga cenderung lebih rendah.
Apa Itu TDP (Total Down Payment)?
Berbeda dengan DP, TDP atau Total Down Payment adalah total dana yang harus dikeluarkan di awal saat membeli mobil secara kredit. TDP tidak hanya berisi DP, tetapi juga mencakup berbagai biaya tambahan lainnya.
Komponen TDP umumnya meliputi:
- DP (uang muka mobil)
- Biaya administrasi
- Biaya provisi
- Asuransi kendaraan (all risk atau TLO)
- Biaya fidusia
- Pajak kendaraan bermotor (PKB)
- Bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB)
- Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB)
Karena itulah, nilai TDP hampir selalu lebih besar daripada DP.
Contoh Perbedaan DP dan TDP
Agar lebih mudah dipahami, berikut contoh sederhana. Misalnya, DP mobil ditetapkan Rp60 juta. Namun, setelah ditambahkan biaya asuransi Rp12 juta, biaya administrasi Rp3 juta, dan biaya lainnya Rp5 juta, maka TDP yang harus dibayar menjadi Rp80 juta.
Artinya, meski brosur atau iklan menyebut DP “hanya” Rp60 juta, uang yang benar-benar harus disiapkan di awal adalah Rp80 juta. Inilah yang sering membuat calon pembeli kaget jika tidak memahami perbedaan DP dan TDP sejak awal.
Kenapa Penting Memahami DP dan TDP?
Memahami perbedaan DP dan TDP sangat penting agar calon pembeli Tuna55 bisa:
- Menyiapkan dana awal dengan realistis
- Menghindari kekurangan dana saat akad kredit
- Membandingkan penawaran kredit dari berbagai dealer atau leasing
- Mengatur arus kas dan cicilan bulanan dengan lebih aman
Selain itu, pemahaman ini juga membantu konsumen agar tidak mudah tergiur iklan DP rendah tanpa melihat total biaya sebenarnya.
Tips Sebelum Mengajukan Kredit Mobil
Sebelum memutuskan kredit mobil, pastikan Anda:
- Meminta rincian lengkap TDP secara tertulis
- Menanyakan jenis dan durasi asuransi yang digunakan
- Menghitung cicilan sesuai kemampuan finansial
- Membandingkan penawaran dari beberapa leasing
Dengan memahami perbedaan DP dan TDP, proses kredit mobil bisa berjalan lebih lancar, transparan, dan sesuai dengan kondisi keuangan Anda. Jangan ragu bertanya secara detail sebelum menandatangani perjanjian kredit, agar tidak muncul masalah di kemudian hari.