You are currently viewing Tahanan Polsek Citeureup Kabur hingga Buron Selama 8 Bulan, Tertangkap Lagi Usai Membuat Keributan

Tahanan Polsek Citeureup Kabur hingga Buron Selama 8 Bulan, Tertangkap Lagi Usai Membuat Keributan

Tahanan Polsek Citeureup Kabur hingga Buron Selama 8 Bulan, Tertangkap Lagi Usai Membuat Keributan

Seorang tahanan Polsek Citeureup, Kabupaten Bogor, berhasil ditangkap kembali setelah buron selama delapan bulan. Pelarian yang berlangsung cukup lama ini membuat aparat kepolisian setempat meningkatkan pengawasan dan melakukan pengejaran intensif terhadap tersangka.

Tahanan yang kabur tersebut diketahui sempat menghilang tanpa jejak setelah meloloskan diri dari sel Polsek Citeureup. Selama delapan bulan buron, ia diduga berpindah-pindah tempat untuk menghindari aparat penegak hukum.

Kronologi Penangkapan Kembali

Kapolsek Citeureup menjelaskan bahwa penangkapan kembali dilakukan setelah tersangka membuat keributan di sebuah warung dan menarik perhatian warga. Warga yang curiga langsung melapor ke pihak kepolisian setempat, yang kemudian bergerak cepat untuk menangkapnya.

“Beruntung warga segera melapor. Begitu kami mendapat informasi, tim langsung melakukan pengejaran dan akhirnya berhasil mengamankan tersangka,” ujar Kapolsek.

Tersangka saat ini sudah diamankan kembali di Polsek Citeureup dan menjalani pemeriksaan lanjutan untuk memastikan tidak ada tindak kriminal lain yang dilakukan selama dalam pelarian.

Motif Pelarian dan Pelanggaran Sebelumnya

Dari keterangan polisi, pelarian tersangka dilakukan karena khawatir menghadapi proses hukum yang sedang berjalan. Selain itu, modus pelarian yang dilakukan cukup rapi, dengan memanfaatkan jaringan pertemanan dan lokasi yang jarang diawasi.

Kasus ini sebelumnya melibatkan tersangka dalam dugaan tindak pidana ringan hingga sedang, yang membuatnya ditahan di Polsek Citeureup. Pelarian selama delapan bulan menambah daftar pelanggaran hukum tersangka, sehingga proses hukumnya kini akan lebih berat.

Tindakan Polsek Citeureup dan Pencegahan

Kapolsek menegaskan pihaknya akan melakukan evaluasi internal terkait keamanan dan pengawasan tahanan. Kejadian ini menjadi peringatan bagi seluruh jajaran kepolisian untuk meningkatkan protokol pengamanan dan memastikan tahanan tidak lagi lolos dari pengawasan Tuna55.

“Kami akan melakukan optimalisasi sistem pengamanan di blok tahanan, mengaudit total prosedur penjagaan, serta memperkuat sinergi dengan masyarakat sekitar sebagai langkah mitigasi agar kejadian serupa tidak terulang.” jelas Kapolsek.

Pesan kepada Masyarakat

Polsek Citeureup juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan. Partisipasi masyarakat terbukti efektif dalam membantu aparat menindak pelaku hukum yang melarikan diri, sebagaimana terlihat dalam penangkapan kembali tersangka ini.

Kasus pelarian tahanan ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya keamanan tahanan, pengawasan internal, dan kerja sama dengan warga untuk menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan sekitar.

Leave a Reply