You are currently viewing Megawati Tiba di Riyadh, Bakal Menerima Gelar Doktor Kehormatan ke-11 dan Jalani Umrah

Megawati Tiba di Riyadh, Bakal Menerima Gelar Doktor Kehormatan ke-11 dan Jalani Umrah

Megawati Tiba di Riyadh, Bakal Menerima Gelar Doktor Kehormatan ke-11 dan Jalani Umrah – Presiden ke-5 Republik

Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, tiba di Riyadh, Arab Saudi, dalam rangkaian kunjungan

luar negeri yang juga mencakup agenda penerimaan gelar doktor kehormatan serta pelaksanaan ibadah umrah. Kedatangan Megawati menjadi sorotan karena penghargaan yang akan diterimanya merupakan gelar kehormatan ke-11 sepanjang perjalanan karier politik dan pengabdiannya.

Megawati mendarat di Royal Terminal Bandara Internasional King Khalid pada Minggu, 8 Februari 2026 waktu setempat setelah

menyelesaikan rangkaian kegiatan di Uni Emirat Arab. Ia datang didampingi putranya, M. Prananda Prabowo, beserta keluarga

dan rombongan. Kedatangannya juga disambut sejumlah pejabat perwakilan Indonesia di Arab Saudi.

Kunjungan ini menjadi bagian penting dari agenda diplomasi sekaligus kegiatan pribadi Megawati selama berada di Timur Tengah. Selain menghadiri acara akademik, ia juga dijadwalkan menutup perjalanan dengan ibadah di Tanah Suci.

Megawati Tiba di Riyadh Penerimaan Gelar Doktor Kehormatan dari Universitas Perempuan Terbesar

Agenda utama kunjungan Megawati ke Riyadh adalah menghadiri penganugerahan gelar Doctor Honoris Causa dari Princess

Nourah Bint Abdulrahman University (PNU) pada 9 Februari 2026. Universitas tersebut dikenal sebagai salah satu perguruan

tinggi perempuan terbesar di dunia.
Gelar tersebut diberikan sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi Megawati dalam bidang politik, kemanusiaan,

serta perannya dalam memperkuat demokrasi dan hubungan internasional. Penghargaan ini juga menyoroti posisinya

sebagai presiden perempuan pertama dalam sejarah Republik Indonesia pada periode 2001–2004.

Dalam acara penganugerahan tersebut, Megawati dijadwalkan menyampaikan orasi ilmiah bertajuk “Pemberdayaan Perempuan

dalam Pemerintahan Negara.” Tema ini dianggap relevan dengan latar belakang PNU sebagai universitas yang berfokus pada

pendidikan perempuan dan penguatan peran perempuan di berbagai sektor.

Gelar dari PNU akan menambah daftar panjang penghargaan akademik yang pernah diterima Megawati dari berbagai universitas

di dalam dan luar negeri. Sebelumnya, ia telah memperoleh sepuluh gelar doktor kehormatan serta beberapa gelar profesor kehormatan.

Makna Penghargaan dan Inspirasi Kepemimpinan Perempuan

Pemberian gelar kehormatan ini dinilai sebagai pengakuan global terhadap kiprah Megawati dalam mendorong partisipasi perempuan

dalam kepemimpinan politik. Penghargaan tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi negara-negara dengan mayoritas penduduk

Muslim untuk memberikan ruang lebih besar bagi perempuan dalam pemerintahan.

Pihak yang terlibat dalam agenda tersebut menyebutkan bahwa pengalaman Indonesia yang pernah dipimpin oleh presiden perempuan

dapat menjadi referensi penting mengenai kesetaraan peran perempuan dan laki-laki dalam struktur kepemimpinan negara.

Selain aspek simbolis, penghargaan akademik seperti Doctor Honoris Causa juga menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi tokoh publik

dalam bidang sosial, politik, dan kemanusiaan di tingkat internasional.

Menutup Kunjungan dengan Ibadah Umrah

Setelah menyelesaikan agenda akademik di Riyadh, Megawati dijadwalkan melaksanakan ibadah umrah bersama keluarga dan rombongan.

Kegiatan religius tersebut menjadi penutup rangkaian lawatan luar negeri yang sebelumnya mencakup kunjungan ke Uni Emirat Arab.

Dalam kesempatan tersebut, Megawati disebut akan memanjatkan doa untuk keluarga serta keselamatan bangsa Indonesia. Harapannya,

perjalanan yang ditutup dengan ibadah ini membawa keberkahan sekaligus momentum refleksi spiritual menjelang bulan Ramadan.

Kunjungan Megawati ke Arab Saudi tidak hanya memiliki dimensi diplomasi dan akademik, tetapi juga pesan simbolis mengenai pentingnya

peran perempuan dalam kepemimpinan serta hubungan antara aktivitas kenegaraan dan nilai-nilai spiritual. Kombinasi agenda tersebut

menunjukkan bagaimana figur publik memanfaatkan forum internasional Tuna55 untuk memperkuat citra, jejaring global, dan pesan kemanusiaan

yang lebih luas.

Leave a Reply