Malam penuh emosi dijalani oleh Ibrahima Konaté saat kembali memperkuat Liverpool setelah melalui masa berduka yang mendalam. Bek tengah asal Prancis tersebut terlihat menitikkan air mata usai mencatatkan namanya di papan skor dalam kemenangan telak 4-1 atas Newcastle United di Anfield, Minggu (1/2/2026) dini hari WIB. Gol itu menjadi momen spesial karena merupakan gol pertamanya sejak kembali bermain pasca wafatnya sang ayah.
Pemain berusia 26 tahun tersebut sebelumnya absen dalam beberapa pertandingan terakhir Liverpool karena alasan keluarga. Ia tidak tampil saat The Reds menghadapi Marseille di Liga Champions, Bournemouth di Premier League, serta Qarabag. Klub kemudian mengonfirmasi bahwa Konaté pulang ke kampung halamannya setelah ayahnya, Hamady, meninggal dunia—sebuah kehilangan besar yang berdampak pada kondisi emosional sang pemain.
Setelah menepi selama hampir dua pekan, Konaté kembali dipercaya tampil sebagai starter dalam laga penting kontra Newcastle. Pertandingan tersebut berjalan alot bagi Liverpool. Tuan rumah sempat mendapat tekanan, terlebih setelah tim tamu mencetak gol pembuka. Namun, Liverpool mampu bangkit dan mengambil alih kendali laga. Gol dari Hugo Ekitike dan Florian Wirtz membawa Liverpool berbalik unggul 3-1 sebelum memasuki fase akhir pertandingan.
Tangis Emosional Ibrahima Konaté di Pengujung Laga
Konaté tampil disiplin dan kokoh sepanjang laga, menjadi figur penting di lini pertahanan. Tak hanya bertahan, ia juga ikut naik membantu serangan pada menit-menit akhir. Usahanya berbuah manis ketika ia mencetak gol keempat Liverpool, sekaligus mengunci kemenangan dan memastikan tiga poin penting di kandang.
Sesaat setelah pertandingan usai, emosi Konaté tak terbendung. Ia terlihat menangis di lapangan dan langsung mendapat pelukan dari rekan duetnya di jantung pertahanan, Virgil van Dijk.
Dalam pernyataan seusai laga, Konaté mengaku sulit mengungkapkan perasaannya setelah melewati periode berat bersama keluarganya. Ia menyebut kehilangan tersebut sebagai bagian pahit dari kehidupan yang harus dijalani dengan keteguhan hati.
“Saya benar-benar sulit berkata-kata. Dua pekan terakhir adalah masa yang sangat berat bagi saya dan keluarga,” ujarnya.
Dukungan Arne Slot dan Fokus ke Depan
Konaté juga menyoroti peran besar sang pelatih, Arne Slot, yang memberinya dukungan penuh. Slot disebut memberikan keleluasaan bagi Konaté untuk mengambil waktu sebanyak yang ia perlukan sebelum kembali ke lapangan. Meski demikian, sang bek merasa terpanggil untuk kembali berjuang bersama tim di fase krusial musim ini.
Pada musim ini, Konaté tetap menjadi pilar penting di lini belakang Liverpool. Ia tampil konsisten di Liga Inggris sebelum absen melawan Bournemouth dan menjadi bagian krusial dari skuad juara bertahan.
Namun demikian, masa depan Konaté di Anfield masih menyisakan tanda tanya. Kontraknya akan berakhir pada musim panas mendatang, dan sejumlah laporan menyebutkan ia berpotensi hengkang dengan status bebas transfer.
Di tengah spekulasi tersebut, Konaté memilih menaruh fokus sepenuhnya pada performa di lapangan. Sambil membantu Liverpool meraih hasil terbaik, ia perlahan berusaha bangkit dari masa sulit yang ia hadapi di luar sepak bola. Tuna55