You are currently viewing Sikap Kapolri Jadi Semangat Baru Polri Jaga Netralitas

Sikap Kapolri Jadi Semangat Baru Polri Jaga Netralitas

Sikap Kapolri Jadi Semangat Baru Polri Jaga Netralitas – Pernyataan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang menegaskan

bahwa posisi Kepolisian Negara Republik Indonesia tetap berada langsung di bawah Presiden dinilai mencerminkan komitmen kuat

menjaga profesionalisme dan netralitas institusi. Sikap tersebut juga dipandang sebagai upaya

membatasi potensi intervensi dari lembaga mana pun, termasuk kementerian.

Ketua Umum Rampai Nusantara, Mardiansyah Semar, menyatakan dukungannya terhadap posisi Polri sesuai amanat Reformasi.

Menurutnya, pengaturan tersebut penting agar Polri dapat fokus menjalankan tugas untuk menjaga keamanan

dan juga ketertiban kepada masyarakat secara independen.

Independensi Polri Jadi Dorongan Peran Sosial Organisasi

Semangat menjaga kemandirian Polri turut menjadi motivasi Rampai Nusantara dalam memantapkan arah program organisasinya.

Ke depan, organisasi tersebut berkomitmen memperluas kegiatan sosial yang sejalan dengan program

pemerintahan Prabowo–Gibran, terutama dalam pemberdayaan masyarakat.

Mardiansyah menegaskan pihaknya ingin memaksimalkan kontribusi nyata bagi masyarakat luas. Hal itu,

menurutnya, sejalan dengan tujuan dasar pembentukan organisasi, sebagaimana disampaikan usai Rapat Kerja Rampai Nusantara 2026.

Muhammadiyah Ingatkan Konsistensi Arah Reformasi

Sikap senada juga disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, yang menilai wacana menempatkan Polri

di bawah kementerian tertentu tidak sejalan dengan semangat Reformasi 1998. Ia menekankan bahwa hasil reformasi

justru menempatkan institusi strategis langsung di bawah Presiden.

Menurut Haedar, ketimbang mengubah struktur kelembagaan, Indonesia seharusnya fokus memperkuat konsolidasi

reformasi yang telah berjalan lebih dari dua dekade. Perubahan struktur dinilai berpotensi memunculkan persoalan

baru yang justru mengaburkan arah reformasi. Muhammadiyah berpandangan bahwa persoalan di tubuh Polri, TNI, maupun lembaga negara lainnya

lebih tepat diselesaikan melalui pembenahan internal Tuna55. Reformasi dari dalam dianggap lebih substantif

dan berkelanjutan dibandingkan perubahan struktural semata.

Leave a Reply