
Ribuan buruh dari berbagai daerah di Indonesia dipastikan akan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan Istana Negara pada Rabu, 28 Januari 2026. Aksi ini merupakan bagian dari gerakan nasional yang diinisiasi sejumlah konfederasi dan serikat pekerja untuk menyuarakan tuntutan mereka kepada pemerintah.
Aksi tersebut diperkirakan akan diikuti oleh massa buruh dari Jabodetabek hingga daerah penyangga lain seperti Karawang, Purwakarta, dan Serang. Para peserta akan mulai berkumpul sejak pagi hari sebelum bergerak menuju kawasan pusat pemerintahan.
Ribuan Buruh Tuntutan Utama: Upah Layak dan Perlindungan Pekerja
Dalam aksi ini, buruh membawa sejumlah tuntutan utama yang dianggap belum mendapat perhatian serius dari pemerintah. Salah satu isu sentral adalah soal upah layak. Buruh menilai kebijakan pengupahan saat ini belum sepenuhnya menjamin kesejahteraan pekerja, terutama di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok dan biaya hidup.
Selain upah, buruh juga menuntut penguatan perlindungan terhadap status kerja. Sistem kerja kontrak dan outsourcing dinilai masih merugikan pekerja karena minimnya kepastian kerja serta terbatasnya jaminan sosial. Para buruh berharap pemerintah dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap regulasi ketenagakerjaan yang berlaku.
Kritik Terhadap Kebijakan Ketenagakerjaan
Aksi ini juga menjadi bentuk kritik terbuka terhadap kebijakan ketenagakerjaan yang dianggap lebih berpihak kepada kepentingan pengusaha. Buruh menilai masih banyak aturan turunan yang membuka ruang fleksibilitas berlebihan bagi perusahaan, sementara posisi pekerja justru semakin lemah.
Menurut perwakilan serikat buruh, dialog antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja selama ini belum berjalan seimbang. Aspirasi buruh kerap kali hanya menjadi formalitas tanpa tindak lanjut nyata dalam kebijakan.
Pengamanan dan Rekayasa Lalu Lintas
Pihak kepolisian diperkirakan akan melakukan pengamanan ketat selama aksi berlangsung. Rekayasa lalu lintas di sekitar kawasan Istana Negara dan jalan-jalan utama di Jakarta Pusat kemungkinan diterapkan untuk mengantisipasi kemacetan.
Aparat keamanan mengimbau para peserta aksi untuk menyampaikan aspirasi secara damai dan tertib. Masyarakat Tuna55 juga diminta menghindari kawasan aksi atau mencari jalur alternatif guna mengurangi kepadatan lalu lintas.
Harapan Buruh kepada Pemerintah
Melalui aksi ini, buruh berharap pemerintah mau membuka ruang dialog yang lebih serius dan substantif. Mereka menegaskan bahwa unjuk rasa bukan sekadar bentuk protes, melainkan cara terakhir untuk didengar setelah berbagai upaya komunikasi dinilai tidak membuahkan hasil.
Buruh juga menekankan bahwa kesejahteraan pekerja merupakan fondasi penting bagi stabilitas ekonomi nasional. Dengan kebijakan yang adil dan berpihak pada pekerja, mereka yakin produktivitas dan daya saing nasional akan meningkat.
Aksi pada 28 Januari 2026 ini diprediksi menjadi salah satu demonstrasi buruh terbesar di awal tahun, sekaligus menjadi ujian bagi komitmen pemerintah dalam melindungi hak-hak pekerja di Indonesia.