You are currently viewing Kemenperin Butuh Rp 318 Miliar untuk Bantu IKM Pulih Pascabencana di Sumatera

Kemenperin Butuh Rp 318 Miliar untuk Bantu IKM Pulih Pascabencana di Sumatera

Kemenperin Butuh Rp 318 Miliar untuk Bantu IKM Pulih Pascabencana

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengungkapkan kebutuhan anggaran sebesar Rp 318 miliar untuk membantu

pemulihan Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang terdampak bencana alam di sejumlah wilayah Sumatera. Berbagai

bencana seperti banjir, longsor, dan gempa bumi dalam beberapa waktu terakhir telah menyebabkan kerusakan serius pada

fasilitas produksi, peralatan usaha, hingga terhentinya aktivitas ekonomi pelaku IKM.

Bencana tersebut tidak hanya merusak infrastruktur fisik, tetapi juga memukul keberlangsungan usaha ribuan pelaku IKM

yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Banyak unit usaha terpaksa berhenti beroperasi karena

kehilangan mesin, bahan baku, dan modal kerja.

Kemenperin Fokus Pemulihan Produksi dan Daya Saing

Kementerian Perindustrian Republik Indonesia menegaskan bahwa anggaran Rp 318 miliar tersebut akan difokuskan untuk

mempercepat pemulihan kapasitas produksi IKM. Bantuan dirancang agar pelaku usaha dapat segera bangkit dan kembali

menjalankan aktivitas bisnisnya secara normal.

Program pemulihan mencakup pengadaan mesin dan peralatan produksi, bantuan bahan baku, perbaikan fasilitas usaha,

serta pendampingan teknis. Selain itu, Kemenperin juga menyiapkan pelatihan manajemen usaha agar IKM lebih siap

menghadapi risiko bencana di masa depan.

Menurut Kemenperin, tanpa intervensi pemerintah, banyak IKM berpotensi gulung tikar karena keterbatasan modal untuk

memulai kembali usaha mereka. Padahal, sektor ini memiliki peran strategis dalam menyerap tenaga kerja dan menggerakkan ekonomi lokal.

IKM Jadi Penopang Ekonomi Daerah

IKM di Sumatera memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah, terutama di sektor pangan olahan, kerajinan,

dan industri berbasis sumber daya lokal. Ketika bencana melanda, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi

juga oleh masyarakat Tuna55 sekitar yang menggantungkan hidup dari sektor tersebut.

Pemulihan IKM dinilai penting untuk mencegah peningkatan angka pengangguran dan menjaga stabilitas ekonomi pascabencana.

Dengan kembali beroperasinya IKM, rantai pasok lokal dapat pulih, daya beli masyarakat meningkat, dan roda ekonomi daerah kembali bergerak.

Sinergi Pusat dan Daerah Diperlukan

Kemenperin menekankan bahwa pemulihan IKM tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah pusat. Diperlukan sinergi dengan

pemerintah daerah, lembaga keuangan, serta pemangku kepentingan lainnya agar program bantuan berjalan efektif dan tepat sasaran.

Pemerintah daerah diharapkan berperan aktif dalam pendataan IKM terdampak serta pengawasan penyaluran bantuan. Dengan

kolaborasi yang solid, anggaran Rp 318 miliar tersebut diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi pemulihan ekonomi Sumatera pascabencana.

Ke depan, Kemenperin juga mendorong penguatan ketahanan IKM melalui penerapan standar produksi yang lebih adaptif

terhadap risiko bencana, termasuk pemanfaatan teknologi dan diversifikasi pasar. Langkah ini diharapkan dapat membuat

IKM lebih tangguh dan berkelanjutan di tengah tantangan alam yang semakin kompleks.

Leave a Reply