
Perum Bulog mengambil langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga minyak goreng di pasar domestik. Pemerintah melalui Bulog memastikan distribusi 60 ribu ton Minyakita setiap bulan langsung ke tingkat pengecer. Kebijakan ini diharapkan mampu menekan harga jual agar tetap sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) sekaligus menjamin ketersediaan stok bagi masyarakat.
Distribusi besar-besaran ini menjadi respons atas fluktuasi harga minyak goreng yang kerap terjadi, terutama di pasar tradisional dan wilayah dengan jalur distribusi panjang. Dengan skema penyaluran langsung ke pengecer, Bulog berupaya memangkas rantai distribusi yang selama ini memicu lonjakan harga.
Distribusi Bulog Langsung ke Pengecer Jadi Kunci
Bulog menegaskan bahwa penyaluran Minyakita tidak lagi hanya berfokus pada distributor besar, tetapi langsung menyasar pengecer resmi. Skema ini dinilai lebih efektif karena mengurangi potensi penimbunan dan praktik permainan harga di tingkat perantara.
Pengecer yang menerima pasokan Minyakita diwajibkan menjual sesuai HET yang telah ditetapkan pemerintah. Pengawasan ketat juga akan dilakukan bersama pemerintah daerah dan aparat terkait guna memastikan distribusi berjalan tepat sasaran.
Dengan pendekatan ini, masyarakat diharapkan dapat membeli minyak goreng dengan harga terjangkau tanpa harus khawatir akan kelangkaan.
Pasokan Stabil untuk Tekan Gejolak Pasar
Penyaluran 60 ribu ton per bulan dirancang agar pasokan Minyakita di pasar tetap stabil sepanjang tahun. Bulog menilai bahwa konsistensi distribusi menjadi faktor penting dalam mengendalikan gejolak harga, terutama saat permintaan meningkat pada momen tertentu seperti hari besar keagamaan.
Stabilnya pasokan juga diharapkan mampu menahan kenaikan harga minyak goreng komersial lainnya. Ketika Minyakita tersedia dalam jumlah cukup, pasar memiliki alternatif yang lebih terjangkau, sehingga tekanan inflasi dapat ditekan.
Dukungan bagi Pedagang Kecil dan Konsumen
Kebijakan ini tidak hanya menguntungkan konsumen, tetapi juga memberikan kepastian usaha bagi pedagang kecil. Dengan suplai yang terjamin dan harga jual yang jelas, pengecer dapat berjualan dengan lebih tenang tanpa risiko kekurangan stok atau fluktuasi harga yang ekstrem.
Bagi masyarakat Tuna55, kehadiran Minyakita di pengecer menjadi solusi nyata untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Minyak goreng merupakan komoditas pokok yang sangat sensitif terhadap perubahan harga, sehingga ketersediaannya berpengaruh langsung pada daya beli.
Komitmen Bulog Jaga Ketahanan Pangan
Langkah Bulog mendistribusikan Minyakita secara rutin menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Minyak goreng sebagai kebutuhan pokok mendapat perhatian khusus agar tidak menjadi beban bagi masyarakat.
Ke depan, Bulog menyatakan siap menyesuaikan volume distribusi apabila kondisi pasar memerlukan intervensi tambahan. Dengan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku usaha, diharapkan stabilitas harga dan ketersediaan Minyakita dapat terus terjaga.